Wanita karir di Indonesia memikul beban prasangka terhadap kodrat kewanitaan karena dianggap mengabaikan keluarga demi kesuksesan karir. Prasangka tersebut didasarkan pandangan tradisional bahwa dedikasi wanita hanya dihargai pada area rumah tangga bukan dunia karir yang dianggap lapangan pria. Wanita yang berkarir dengan status menikah dipandang mengabaikan kodrat wanita untuk mengurus rumah tangga secara maksimal karena enggan meninggalkan pekerjaan. Beban pekerjaan tentu akan menyita perhatian dan waktu wanita untuk mengurus rumah tangga dengan baik.
Pandangan tersebut dibantah oleh riset Fridayanti, Sholihah, dan Abdulrahman (2022). Wanita karir Indonesia tidak pernah berpaling dari keluarga maupun mengabaikan pekerjaan. Dalam riset yang dilakukan ketiganya, ditemukan bahwa wanita karir di Indonesia menganggap kesuksesan karir tercapai ketika mereka berhasil berkomitmen pada pekerjaan serta menyeimbangkan dunia kerja dan keluarga. Tanpa kedua hal tersebut, wanita karir tidak bisa mengecap rasa kesuksesan meskipun meraih karir yang gemilang.
Gambaran kesuksesan bagi wanita karir dibentuk oleh persepsi dan reaksi perasaan seseorang terhadap karir berdasarkan evaluasi diri pada pekerjaan yang telah dilakukan. Persepsi tersebut juga ikut dipengaruhi oleh pengalaman karir dan preferensi seseorang terkait dengan nilai-nilai yang dianut. Nilai-nilai yang dianut wanita Indonesia menekankan pada peran sentral wanita di keluarga sehingga acuan kesuksesan seorang wanita sangat terkait dengan pemenuhan tanggung jawab sebagai ibu dan istri. Promosi jabatan, jumlah pendapatan, maupun keuntungan lain dari pekerjaan tidak akan membuat seorang wanita merasa sukses jika terdapat hal yang membuat ia merasa menelantarkan keluarganya demi pekerjaan. Namun di sisi lain, apresiasi sebagai istri dan ibu yang baik tidak bisa mengantarkan wanita karir pada perasaan sukses jika ia merasa belum memberikan komitmen pada pekerjaannya. Komitmen karier dapat terlihat dari keinginan individu untuk berkorban dan bertahan dalam mencapai karier yang diinginkan.
Riset Fridayanti, Sholihah, dan Abdulrahman (2022) menguak kebenaran bahwa bagi wanita Indonesia, karir dan keluarga bukanlah opsi yang bisa dipilih salah satunya. Wanita karir tidak pernah keluar dari kodratnya seperti yang didengungkan sebagian orang. Wanita Indonesia memasuki dunia karir dengan tetap memikul peran mereka sebagai ibu dan istri sepenuh hari. Bagi seorang wanita karir Indonesia, area kerja maupun keluarga harus diberikan dedikasi yang maksimal sehingga kesuksesan dapat tercapai. Wanita karir terus berusaha sekuat tenaga untuk menyeimbangkan kehidupan pekerjaan dan keluarganya agar dapat merasakan kebahagiaan memiliki keduanya. Tidak ada kesuksesan tunggal bagi wanita. Kedua bidang harus sukses, barulah wanita karir dapat merengkuh keberhasilan.
Baca artikel aslinya disini!
http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/psikologi/article/view/13913
Referensi:
Fridayanti,. Sholihah, Risa Anisa., Abdulrahman, Agus. 2022. Kesuksesaan Karir Subjektif : Peranan Keseimbangan Kehidupan Keluarga-Kerja Dan Komitmen Karir. Jurnal Psikologi, 18 (1)
Sumber gambar:
https://www.pexels.com/search/working%20woman%20pregnant/